Selasa, 24 Mei 2016

Laporan PBA Serealia

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Tanaman kacang-kacangan seperti kacang hijau, kacang tanah, kedelai, kacang merah dll dikategorikan tanaman palawija di Indonesia. Tanaman ini umumnya ditanam di sawah tegalan pada lahan sawah. Kacang-kacangan ditanam sebagai tanaman serealia menjelang musim kemarau  tiba. Pada musim kemarau padi tidak mungkin ditanam karena tidak cukup air. Kacang merupakan sumber protein, lemak, karbohidrat yang sangat dibutuhkan bagi tubuh manusia. Kandungan gizi  per 100 g dari  kacang tanah antara lain protein 25 gram, lemak 439 gram, dan karbohidrat 21 gram. Sedangkan kedelai mengandung protein 34,89 gram. Kacang-kacangan relatif lebih murah harganya dan mudah diperoleh jika dibandingkan dengan protein hewan lainnya. Pertimbangan ini yang menyebabkan kacang-kacangan tetap diminati oleh sebagian besar masyarakat ( Aminah, 2012 ).
Kebanyakan serealia merupakan anggota dari suku padi-padian dan disebut sebagaiserealia sejati. Anggota yang paling dikenal dan memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga dikenal sebagai serealia utama adalah padijagunggandumgandum durumjelaihaver, dan gandum hitam. Beberapa tanaman penghasil bijian yang bukan padi-padian juga sering disebut serealia semu (pseudocereals); mencakup buckwheatbayam biji(seed amaranth), dan kinoa. Beberapa serealia juga dikenal sebagai pakan burung berkicau, seperti jewawut dan berbagai jenis milet. Walaupun menghasilkan pati, tanaman seperti saguketela pohon, atau kentang tidak digolongkan sebagai serealia karena bukan dipanen bulir/bijinya.Serealia dibudidayakan secara besar-besaran di seluruh dunia, melebihi semua jenis tanaman lain dan menjadi sumber energi bagi manusia dan ternak. Di sebagiannegara berkembang, serealia seringkali merupakan satu-satunya sumber karbohidrat.Serealia yaitu biji-bijan dari famili rumput-rumputan (gramine) yang kaya dengan karbohidrat sehingga merupakan makanan pokok manusia, campuran makanan ternak, dan bahan baku industri yang menggunakan sumber karbohidrat.( Syarief, rizal dan I. Aniez. 1988).
1.2  Tujuan Praktikum
·         Mahasiswa dapat mengetahui sifat beberapa jenis serealia dan kacang-kacangan dengan melakukan pengamatan terhadap : bentuk, ukuran, warna, densitas kamba, tekstur, daya serap air pada suhu 80˚C, rasio pengembangan, kadar protein, dan kadar air.
·         Mahasiswa diharapkan memperoleh gambaran yang jelas mengenai sifat serealia dan kacang-kacangan, sehingga dapat memperkirakan kebutuhan ruang penyimpanan bahan dan penanganan lanjutan



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Serealia dikenal juga sebagai sereal atau biji-bijian (bahasa Inggris: cereal) adalah sekelompok tanaman yang ditanam untuk dipanen biji atau bulirnya sebagai sumber karbohidrat/pati ( Sarwono, B. 2005 ).
Serealia merupakan bahan makanan yang berasal dari golongan tanaman padi-padian yang ditanam untuk diambil biji/bulirnya. Jenis serealia  yang umum dijumpai di Indonesia adalah beras merah, beras putih, jagung, dan gandum. Sedangkan di negara lain ada jenis oat, barley, rye, dan millet. Kandungan gizi dalam serealia sangat bervariasi, tergantung pada jenisnya. Salah satu serealia yang dikenal memiliki nilai ekonomi paling tinggi yaitu gandum. Gandum merupakan serealia yang paling banyak dijadikan bahan makanan pokok di berbagai negara dengan dioalah  menjadi roti, cake, biskuit, pastri, pasta, dan serealia sarapan ( Winarno, F.G.2004 ).
Beras berasal dari gabah yang digiling. Mutu gabah juga dipengaruhi oleh genetik tanaman, cuaca, waktu pemanenan, dan penanganan pascapanen. Pemilihan beras merupakan ungkapan selera pribadi konsumen, ditentukan oleh faktor subjektif dan dipengaruhi oleh lokasi, suku bangsa atau etnis, lingkungan, pendidikan, status sosial ekonomi, jenis pekerjaan, dan tingkat pendapatan. Beras yang mempunyai cita rasa nasi yang enak mempunyai hubungan dengan selera dan preferensi konsumen serta akan menentukan harga beras. Secara tidak langsung, faktor mutu beras diklasifikasikan berdasarkan nama atau jenis (brand name) beras atau varietas padi.SNI untuk beras giling bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya manipulasi mutu beras di pasaran, terutama karena pengoplosan atau pencampuran antarkualitas atau antar varietas ( Silalahi, 2006 ).
Kacang-kacangan merupakan salah satu bahan makanan sumber protein dengan nilai gizi yang tinggi (20 – 25 g/100 g), vitamin B (thiamin, riboflavin, niacin, asam folat), mineral (Ca, Fe, P, K, Zn, Mg, dan lain-lain), dan serat. Nilai dan mutu gizi kacang kacangnya menjadi lebih baik setelah dikecambahkan. Selama pengecambahan komponen antigizi (tripsin inhibitor, asam pitat, pentosan, tannin) menurun dan setelah pengecambahan terbentuk komponen fitokimia (glokosinolates, antioksidan alami yang berperan untuk kesehatan ( Muchtadi, 1992 )
Kacang hijau  merupakan tanaman tropis yang berumur pendek dan dapat tumbuh di daerah yang curah hujannya rendah. Kacang hijau merupakan sumber protein nabati. Protein biji kacang hijau mengandung 8 asam amino esensial, yaitu Valine, Leucine, Isoleucine, Methionine, Venyl Alanine, Lycine dan Tryptophane. Selain itu juga terdapat lemak, karbohidrat serta mineral yang dibutuhkan tubuh ( Soeprapto, 1992 ).
Selain kacang-kacangan, serealia seperti beras dan jagung sangat berpotensi untuk dikecambahkan sehingga dapat meningkatkan nilai gizi, seperti gama amino butyric acid yang terbentuk selama perkecambahan beras. Dengan demikian selain dapat meningkatkan mutu gizi, pengecambahan juga mampu meningkatkan komponen fungsional ( Rukmana, 2008 ).
Dalam serealia dan kacang kacangan juga terdapat pati, Pati adalah salah satu bahan penyusunan yang paling banyak dan luas terdapat di alam, yang merupakan karbohidrat cadangan pangan pada tanaman, Pati dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu pati alami yang belum mengalami modifikasi (Native Starch) dan pati yang telah termodifikasi (Modified Starch). Pati tersusun paling sedikit oleh tiga komponen utama yaitu amilosa, amilopektin dan material antara seperti, protein dan lemak Umumnya pati mengandung 15–30% amilosa, 70–85% amilopektin dan 5–10% material antara. Struktur dan jenis material antara tiap sumber pati berbeda tergantung sifat-sifat botani sumber pati tersebut (Greenwood dkk., 1979). Pati merupakan homopolimer glukosa dengan ikatan α-glikosidik. Sifat pada pati tergantung panjang rantai karbonnya, serta lurus atau bercabang rantai molekulnya. Pati terdiri dari dua fraksi yaang dapat dipisahkan dengan air panas, fraksi terlarut disebut amilosa dan fraksi tidak terlarut disebut amilopektin (Hee-Joung An, 2005).



BAB III
METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan
Alat                                                                             Bahan
- Kaca Pembesar                                                         - Beras
- Jangka Sorong                                                          - Jagung
- Timbangan Analitik                                                  - Kacang Kedelai
- Gelas Ukur 100 Ml                                                   - Kacang Hijau
- Panci                                                                         - Kacang Merah
- Kompor
- Penetrometer
- Plastik Bening
- Aluminium Foil
- Oven
- Baskom
- Stopwatch

3.2 Prosedur Kerja
1.      Bentuk
·         Memfoto bentuk masing-masing bahan utuh
·         Kemudian mengiris bahan secara melintang dan membujur
·         Memberi keterangan bagian-bagian gambar
2.      Warna
·         Makukan pengamatan waran secara subjektif : dengan menggunakan indrea penglihatan
3.      Ukuran
·         Mengukur panjang, lebar, dan tinggi/ tebal masing-masing bahan dengan menggunakan penggaris, jangka sorong dan mikrometer sekrup.
·         Mengulanginya sebanyak tiga kali
4.      Berat
·         Menimbang 100 butir bahan dan dinyatakan berat bahan dalam gram/100 butir
·         Melakukan pengukuran sebanyak 3 kali, kemudian dirata-ratakan
5.      Densitas Kamba
·         Memasukkan bahan kedalam gelas ukur 100 ml, sampai volumenya mencapai 100 ml. Isikan dengan padat
·         Keluarkan dari gelas ukur dan timbang
·         Densitas kamba dinyatakan dalam gr/ ml
6.      Tekstur
·         Pengematan terkstur dengan menggunakan pnetrometer. Pengukuran dilakaukan sebanyak 3 kali, kemudian dirata-ratakan. Letakkan bahan pada ujung jarum pnetrometer, kemudian tekan tuas pada alat. Kekerasan bahan akan dinyatakan dalam satuan milimetter/10 detik, dengan baeban tertentu dalam satuan gram.
7.      Daya serap pada suhu 80 ͦ C
·         Memasukkan 20 ml air kedalam tabung reaksi 100 ml, kemudian panaskan pada suhu 80 ͦ C
·         Timbang 2 gram beras/ kacang. Kemudian masukkan kedalam tabung tersebut dan dipanaskan selama 20 menit
·         Timbang beras yang telah masak, daya serap air dinyatakan dengan rumus:
8.      Rasio Pengembangan
·         Bahan yang telah dimasak, lalu diukur panjang dan lebarnya, serta tebal
·         Rasio pengembangan di nyatakan dengan rumus:
*untuk lebar dan tebal juga demikian.
9.      Kadar Air
·         Menghaluskan bahan dengan menggunakan alat pengerus. Kemudian mengambil sampel bahan yang telah dihaluskan.
·         Menimbang wadah (dari aluminium foil) untuk tempat sampel bahan yang telah dihaluskan
·         Menimbang bahan beserta wadah. Berat awal = (berat bahan + wadah) –berat wadah
·         Memasukkan bahan kedalam oven dengan suhu 100 ͦ C selama 24 jam/ mencapai berat yang konstan 9berat bahan akhir)
·         Menghitung kadar air pada bahan dengan rumus




BAB V
PEMBAHASAN

Serealia merupakan bahan makanan yang berasal dari golongan tanaman padi-padian yang ditanam untuk diambil biji/bulirnya. Jenis serealia  yang umum dijumpai di Indonesia adalah beras merah, beras putih, jagung, dan gandum. Sedangkan di negara lain ada jenis oat, barley, rye, dan millet.
Praktikum kali ini kami mengamati berat, ukuran, warna, densitas kamba, tekstur, daya serap air dan rasio pengembangan pada beberapa jenis serealia, diantaranya beras, jagung, kacang tanah, kacang hijau, kacang merah, kacang kedelai.
Pengamatan pertama pada beras, beras yang kami amati ada dua, pertama beras kualitas I,  untuk beratnya 1,69 gram/100 butir dengan warna putih bersih, beras kualitas I memilik densitas kamba sebesar 0,87 gram/ml dengan tekstur keras. Daya serap air nya 2,8, rasio pengembangannya 5,28, kadar airnya 33,7 %. Sedangkan pada beras kualitas II, beratnya 1,71 gram/100 butir dengan warna putih kekuningan, mempunyai densitas kamba sebesar 0,781 gram/ml, dengan tekstur yang keras. Daya serap airnya sebesar 3,23,  rasio pengembangannya 5,10 dan kadar airnya 28,75 %.
Selanjutnya pengamatan pada jagung, berat biji jagung 0,2733 gram, berwarna orange, mempunyai densitas kamba 0,759 gram/ml dan tekstur yang keras. Daya serap air 0,26, rasio pengembangannya 2,2 dan kadar airnya sebesar 18,7 %.
Kacang tanah, berat kacang tanah 37,48 gram/100 butir, dan warnanya coklat. Densitas kamba 64,31 gram/ml dengan tekstur yang keras. Daya serap air 0,475, rasio pengembangannya 0,72 dan kadar air sebesar 32,24 %.
Selanjutnya pengamatan kacang hijau, berat kacang hijau 37,48 gram/100 butir. Memiliki warna hijau tua, dengan tekstur yang keras. Densitas kambanya sebesar 79,94 gram/ml, daya serap air 1,855, rasio pengembangan 2, dan kadar air 3,92 %.
Selanjutnya pengamatan kacang merah, berat yang ditimbang 41,32 gram/100 butir, densitas kamba kacang merah sebesar 0,6823 gram/ml, warna merah kecoklatan dan tekstur keras.
Daya serap air sebesar 0,235, rasio pengembangan 1,12 dan kadar airnya 30,518 %.
            Terakhir pengamatan pada kacang kedelai,  warna pada kacang kedelai kuning, tekstur keras. Densitas kambanya 65,89 gram/ml, daya serap air 0,915, rasio pengembangan 1,17, dan kadar airnya 11,32 %.



BAB VI
PENUTUP

6.1  Kesimpulan
Serealia dan kacang-kacangan memiliki sifat fisik, sifat kimia, sifat fisiologi dan organoleptik nya tersendiri. Baik bentuk , ukuran, berat, warna, densitas kamba, tekstur, daya serap air, rasio pengembangan dan kadar protein. Serealia dan kacang-kacangan mempunyai umur simpan dan cara penyimpanannya sendiri, begitu juga untuk penanganan lanjutan serealia dan kacang-kacangan memiliki peranan penting dalam masalah makanan.




DAFTAR PUSTAKA

Aminah, Siti dan Hersoelistyorini, Wikanastri. 2012. Karakteristik Kimia Tepung Kecambah Serealia Dan Kacangkacangan Dengan Variasi Blanching. Seminar Hasil-Hasil Penelitian – LPPM UNIMUS 2012.
Hee-Young An., 2005. Effects of Ozonation and Addition of Amino acids on
Muchtadi, 2004. Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan: Pangan Dan Gizi. Bogor:  Institut Pertanian  Bogor.
Rukmana, 2005. Gizi pada beras dan Jagung. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Sarwono, B. 2005.tanaman hortikultura. Penebar Swadaya : Jakarta
Silalahi, Jansen, (2006), Makanan Fungsional, Penerbit Kanisius, Yogyakarta
Soeprapto, H.S., 1992. Bertanam Kacang Hijau. Jakarta: Penebar Swadaya.
Syarief, R. 1998 . Pengetahuan Bahan untuk Industri Pertanian. Jakarta: Mediyatama Sarana Perkasa
Winarno, F. G. 2004. Pangan, Gizi, Teknologi dan Konsumsi. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar