Selasa, 24 Mei 2016

Laporan PBA - Pengetahuan Bahan Kelompok Sayuran

ACARA II
PENGETAHUAN BAHAN KELOMPOK SAYURAN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Sejumlah sayuran dapat dikonsumsi mentah tanpa dimasak sebelumnya, sementara yang lainnya harus diolah terlebih dahulu dengan cara  dire busdikukus atau diuapkan, digoreng (agak jarang), atau disangrai. Sayuran berbentuk daun yang dima kan mentah disebut sebagai lalapan. Kebanyakan sayuran adalah bagian vegetatif dari tumbuhan, terutama daun (juga beserta tangkainya). Beberapa sayuran adalah bagian tumbuhan yang tertutup tanah, seperti wortelkentang, dan lobak. Sayuran yang berasal dari organ generatif, seperti bunga (misalnya  kecombrang dan turi ) buah (misalnyaterong dan kapri), dan biji (misalnya buncis dan kacang merah). Bagian tumbuhan yang juga dianggap sayuran adalah tongkol jagung. bagian jamur yang dapat dimakan juga digolongkan sebagai sayuran.( Sarwono, B. 2005 ).
                   Sayuran merupakan bentuk turunan dari kata "sayur", komponen pendam ping nasi (atau pangan pokok lainnya) yang berkuah cair atau agak kental. "Sayuran" adalah segala sesuatu yang berasal dari tumbuhan (termasuk jamur) yang ikut dima sak bersama sayur tersebut; dengan pengungkapan lain: segala sesuatu yang dapat atau layak disayur. Apabila dimakan secara segar bagian tumbuhan itu biasanya dise but lalapan. Buah-buahan merupakan salah satu sumber bahan pangan yang potensial dan banyak mengandung zat gizi terutama vitamin. Selain sebagai sumber vitamin, buah-buahan juga mengandung mineral dan pada jenis buah-buahan tertentu juga menghasilkan cukup banyak energi. Sayuran merupakan salah satu sumber daya yang banyak terdapat di sekitar, mudah diperoleh dan berharga, relatif murah serta merupakan sumber vitamin dan mineral. Buah dan sayuran adalah jenis makanan yang memeiliki kandungan gizi, vitamin dan mineral yang pada umumnya sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari dibandingkan dengan suplemen obat-obatan kimia yang dijual di took-toko, buah dan sayuran jauh lebih aman tanpa efek samping yang berbahaya, serat dari sisi harga umumnya jauh lebih murah dibanding suplemen yang memiliki fungsi yang sama dan dibandingkan dengan serealia dan tanaman bergula (tebu dan gula bit) bahan pangan sayur-sayuran diproduksi paling banyak dan biasanya produksinya geografisnya terbatas ( Deptan , 2011 ).

1.2  Tujuan Praktikum
·    Mahasiswa dapat melakukan pengamatan sifat fisik berbagai sayuran
·    Mahasiswa dapat melakukan cara pengamatan sifat kimia kelompok sayuran
·    Mahasiswa dapat melakukan sifat fisiologis berbagai sayuran
·    Mahasiswa dapat mengkaitkan hubungan antar sifat fisik yang satu dengan sifat yang lain serta dengan sifat kimia, fisiologis, organoleptik bahan pada perbedaan sumber sayuran ( bagian batang, jaringan tua, dan jaringan muda )


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Sayuran adalah bagian tanaman yang dikonsumsi beserta makanan utama. Bagian tanaman yang  dikonsumsi bisa bagian daun, akar, batang, dan buah muda. Budidaya secara alami akan menghasilkan bahan pangan tergolong tidak menarik dari sisi permormance. Seperti yang diutarakan Ali Khomsan, “Bahan pangan organik, terutama sayuran memang mempunyai performance yang tidak menarik. Banyak yang berlubang dimakan ulat dan serangga. Namun dari kualitas cita rasa, pangan organik memang lebih baik. Sayuran merupakan kelompok komoditas pangan yang pada umumnya sangat  banyak dikonsumsi oleh masyarakat, baik sebagai sayuran mentah (lalapan) ataupun dengan cara dimasak terlebih dahulu. Mengonsumsi sayuran memberi sumbangan terutama vitamin A dan C, serta serat yang sangat penting bagi tubuh. Sayuran diklasifikasikan sebagai tanaman hortikultura. Umur panen sayuran pada umumnya relatif pendek (kurang dari satu tahun ) .Karakteristik ini sedikit berbeda dengan beberapa jenis buahbuahan seperti mangga, durian dan sebagainya yang hanya dijumpai pada musim-musim tertentu satu kali dalam satu tahun. Bahan pangan organik dibudidayakan menggunakan teknologi alami. Kesuburan tanah dipertahankan dengan pupuk alam, seperti kompos dan pupuk kandang. Dengan pemupukan alami dan tanpa insektisida, populasi cacing tanah meningkat.Untuk menanggulangi hama, bisa selang-seling setiap jenis tanamannya . Penyemprotan juga dilakukan menggunakan anti hama ( Syarief, rizal dan I. Aniez. 1988 ).
Sayuran" adalah segala sesuatu yang berasal dari tumbuhan (termasuk jamur) yang disayur; dengan pengungkapan lain: segala sesuatu yang dapat atau layak disayur. Apabila dimakan secara segar bagian tumbuhan itu biasanya disebut lalapan. Istilah "sayuran" tidak bersifat ilmiah. Kebanyakan sayuran adalah bagian vegetatif dari tumbuhan, terutama daun (juga beserta tangkainya), tetapi dapat pula batang yang masih muda (misalnya rebung) atau bonggol umbi. Beberapa sayuran adalah bagian tumbuhan yang tertutup tanah, seperti wortelkentang, dan lobak. Terdapat pula sayuran yang berasal dari organ generatif,seperti bunga (misalnya kecombrang dan turi), buah (misalnya terongtomat, dan kapri), dan biji(misalnya buncis dan kacang merah). Bagian tumbuhan lainnya yang juga dianggap sayuran adalahtongkol jagung, meskipun bukan tumbuhan, bagian jamur yang dapat dimakan juga digolongkan sebagai sayuran walaupun berkadar air tinggi, buah-buahan tidak dianggap sebagai sayur-sayuran karena biasanya dikonsumsi karena rasanya yang manis dan tidak cocok untuk disayur. Beberapa sayuran dapat pula menjadi bagian dari sumber pengobatanbumbu masak, atau rempah-rempah. Sayuran dikonsumsi dengan cara yang sangat bermacam-macam, baik sebagai bagian dari menu utama maupun sebagai makanan sampingan. Kandungan nutrisi antara sayuran yang satu dan sayuran yang lain pun berbeda-beda, meski umumnya sayuran mengandung sedikit protein atau lemak, dengan jumlah vitamin, provitamin, mineral, fiber dan karbohidrat yang bermacam-macam. Beberapa jenis sayuran bahkan telah diklaim mengandung zat antioksidan, antibakteri, antijamur, maupun zat anti racun ( Phontem, 2001 ).
Sayuran dipercaya sebagai makanan bergizi dan vital bagi kesehatan manusia (terutama sayuran yang masih segar dan bebas polusi). Serat sayuran umumnya lebih keras dan padat daripada serat buah, sehingga sayuran agak lebih lama dicerna daripada buah. Sebagian sayuran kaya dengan hidrat arang utuh, serat, vitamin dan mineral. Semua jenis sayuran berwana hijau gelap, seperti bayam atau brokoli dan sayuran yang berwarna merah, jingga atau kuning, seperti cabai, wortel atau labu merah, kaya dengan betakaroten (zat pembentuk vitamin A di dalam tubuh). Beberapa jenis vitamin dan mineral pada sayuran mudah rusak atau hilang pada saat dimasak atau dicuci ( Warsito, 2000 ).
Wortel termasuk salah satu komoditas hortikultura dari kelompok sayur-sayuran yang potensial dan multiguna bagi pelayanan kesehatan masyarakat di dunia. Selain kaya kandungan gizi, terutama vitamin A, juga wortel berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Umbi wortel enak dan lezat untuk dijadikan lalap mentah maupun masak. Akhir-akhir ini umbi wortel diolah lebih lanjut antara lain dibuat nyamikan dalam bentuk Chips wortel matang dan juga sari umbi wortel (minuman) yang kaya akan vitamin A ( Rukmana, 2005 ).
Tanaman buncis (Phaseolus vulgaris)merupakan tanaman daerah subtropik, namun dapat beradaptasi dengan daerah tropik sampai ketinggian 1000 m dpl. Terbentuknya polong terjadi dalam kondisi normal maupun keadaan siang hari tetapi tidak melebihi suhu 30o C. Pada dataran rendah pembentukan polong terjadi pengisian buah lambat dan menghasilkan kualitas buah yang kurangbaik.Polong muda buncis mengandung nilai gizi yang cukup tinggi. Polong segar kaya akan kalsium, Fe, dan vitamin C ( Tien R, 2010 ).
Tanaman tomat (Lycopersicum esculentum) merupakan tanaman yang masuk dalam famili Solanaceae.Tanaman tomat berupa perdu.Bentuk buahnya bulat, berair, buahnya yang masih muda berwarna hijau dan yang masak berwarna orange sampai merah.Tanaman tomat dapat tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi.Tomat dikembangbiakkan dengan biji dan dapat ditanam langsung tanpa persemaian ( Sunarjono, 2009 )


BAB III
METODOLOGI.
3.1 Alat dan Bahan
Alat                                                                             Bahan
- Penggaris                                                                  - Bunga Kol
- Jangka Sorong                                                          - Wortel
- Penetrometer                                                             - Buncis
- Buku Warna                                                              - Touge
- Gelas Ukur                                                               - Tomat
- Pisau
- Stopwatch

3.2 Prosedur Kerja
1.      Bentuk
·         Menggunakan indra penglihatan untuk melihatnbentuk bahan, serta membandingkan bentuk acuan yang tersedia.
·         Memfoto bentuk bahan utuh dari yang tersedia
·         Membandingkan bahan yang diamati dengan literatur
2.      Berat
·         Menimbang berat masing-masing bahan yang telah disediakan dengan timbangan biasa dan timbangan analitik. Bagi bahan atas hari pengamatan (5 hari)s
·         Menimbang berat awal masing-masing bagian sayuran, selanjutnya lakukan penimbangan setiap hari selama 5 hari.
·         Hintung pengamatan masing-masing bahan
3.      Berat bagian yang  dapat dimakan
·         Berat bahan yang telah ditimbang, selanjutnya dibersihkan antara bagian yang dapat dimakan dan bagian yang tidak dapat dimakan
·         Menimbang berat bagian yang dapat dimakan (untuk pengamatan sayur (Menghitung bagian yang dapat dimakan setiap hari pengamatan)
·         Menghitung bagian yang tidak dapat dimakan. Mencatat berat total bahan
4.      Sifat Organoleptik
·         Warna    : Melakukan pengamatan dengan indra penglihatan
·         Aroma    : melakukannya dengan indra pembau
·         Rasa       : melakukan dengan indra pengecap
·         Mencatat semua hasil pengamatan dan pencicipan yang termasuk juga adannya cacat atau penyimpanan


BAB V
PEMBAHASAN

.           Istilah "sayuran" tidak bersifat ilmiah. Kebanyakan sayuran adalah bagian vegetatif dari tumbuhan, terutama daun (juga beserta tangkainya), tetapi dapat pula batang yang masih muda (misalnya rebung) atau bonggol umbi. Beberapa sayuran adalah bagian tumbuhan yang tertutup tanah, seperti wortelkentang, dan lobak.
            Pada praktikum kali ini kami mengamati perubahan sifat fisik, sifat kimia, dan sifat organoleptik berbagai jenis sayuran, diantaranya toge, bayam, buncis, kol, wortel, kangkung selama 5 hari pengamatan.
            Pengamatan pertama yaitu pada touge, kami mengamati touge selama 5 hari, pada hari pertama sifat fisik toge berstekstur keras renyah, dengan berat 100 gram, sifat organleptiknya berasa toge dan aroma yang khas toge serta berwarna putih pucat, toge terus mengalami perubahan sampai hari kelima, hingga tekstur toge menjadi keras sebagian dan beratnya berkurang menjadi 26,75 gram, serta berasa pahit dan tercium aroma busuk dan berwarna cokelat.
            Selanjutnya pada pengamatan sayuran bayam, sayur bayam bertekstur keras segar, dan berat pada hari pertama yaitu 310 gram. Dengan rasa khas bayam dan beraroma khas bayam serta warna hijau segar. Perubahan terjadi hingga hari kelima dengan tekstur bayam yang mulai lembek/layu, dan sudah layak dikonsumsi lagi, mengeluarkan aroma busuk dan berwarna cokelat. Untuk bagian yang bisa dimakan pada hari pertama 77,42 %, dan pada hari kelima 0%.
            Selanjutnya pengamatan buncis, pada buncis dihari pertama teksturnya keras, dengan berat awal 200 gram. Berasa manis dan berwarna hijau segar. Namun setelah 5 hati, buncis mengalami perubahan, beratnya berkurang menjadi 107,97 gram, dan rasanya sudah pahit serta warna nya menjadi kekuningan.
            Pengamatan berikutnya pada bunga kol, berat bunga kol pada hari pertama yaitu 313,20 gram, dan terus mengalami penyusutan berat hingga hari kelima menjadi 194,38 gram. Pada hari pertama kol berasa khas kol, aroma khas kol dan berwarna putih kehijauan, namun pada hari kelima rasa kol menjadi pahit, beraroma busuk, dan warnanya hijau.
            Selanjutnya pengamatan pada wortel, kami hanya melakukan pengamatan pada wortel sampai hari ketiga, karena pada hari keempat dan kellima wortel sudah busuk dan sudah tidak bisa diamati lagi. Pada hari pertama rasa pada wortel manis dengan aroma khas wortel, dan warna nya yang orange segar, dengan berat awal 376,10 gram. Pada hari ketiga wortel mengalami perubahan rasa menjadi pait, dan mengeluarkan aroma busuk serta warna berubah menjadi orange pucat kecoklatan, serta beratnya juga menyusut menjadi 330,19 gram.
            Berikutnya pengamatan pada sayur kangkung, pengamatan sayur kangkung hanya sampai hari keempat, karena pada hari kelima kangkung sudah busuk dan tidak bisa diamati lagi. Berat awal kangkung pada hari pertama yaitu 352 gram. Dengan rasa kangkung mentah, beraroma kangkung segar dan warna hijau segar. Pada hari keempat kangkung mengalami perubahan rasa menjadi pahit, aroma mulai busuk dan warnanya menjadi kuning kecoklatan.


BAB VI
PENUTUP

6.1 Kesimpulan
1.      Pengamatan sifat fisik sayuran dilakukan dengan  melihat bentuk, ukuran, warna, tekstur, dan berat
2.      Sifat fisiologi buah diamati dengan melakukan pengamatan terhadap struktur sayur itu sendiri
3.      Kaitan hububungan sifat fisik, kimia, fisiologi, organoleptik pada sayuran satu dengan  yang lainnya adalah stuktur, tekstur, warna, rasa, aroma, serta bagian yang dapat dimakan berbeda-beda, tergantung asal sayur itu sendiri. Sayuran yang berasal dari janringan muda seluruhnya bisa dimakan, sayuran yang berasala dari buah, bunga biasannya hampir seluruhnya bisa dimakan hanya sebagian kecil dari buah tersebut yang dibuang, sedangkan sayuran yang berasal dari seluruh bagian tanaman juga demiakian hanya bagian akar, daun tua dan batang yang keraslah yang dibuang, sedangkan tanaman yang berasal dari umbi misalnya wortel yang dibuang adalah hanya kulitnya saja, selain itu bisa dimakan. Semakin lama penyimpanan sayruran maka akan mengalami peribahan sifat fisik, kimia, fisiologi, dan organoleptik pada sayuran.

6.2 Saran
            Sebaiknya praktikum dilakukan dengan benar, agar hasil yang didapatkan bagus.
           



DAFTAR PUSTAKA

Deptan .2011. sayuran.(online). www.deptan.go.id/ditjentan/admin/rb/Talas.       Diakses   pada tanggal 4 mei 2016
Pontem, 2001 : Petunjuk Laboratorium Fisiologi Pasca Panen Buah-buahan dan Sayur-sayuran. IPB. Bogor.
Rukmana, 2005. Produksi Sayuran Di Daerah Tropis. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Sarwono, B. 2005.tanaman hortikultura. Penebar Swadaya : Jakarta
Sunarjono, 2009. Pedoman Bertanam Sayuran Dataran Rendah. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada Press.
Syarief, Rizal dan Anies Irawati. 1986. Pengetahuan Bahan Untuk Industri
Pertanian. Jakarta: PT Melton Putra.
Tien R. Muchtadi, dkk. 2010. Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan. Bogor : Alfabeta CV.
Warsito. 2000. Produksi Tanaman Sayuran. Jakarta: Soeroengan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar