Selasa, 24 Mei 2016

Laporan PBA - Pengetahuan Bahan Kelompok Bahan Penyegar

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Bahan penyegar adalah semua bahan nabati yang dapat merangsang pemakainya, baik digunakan untuk merokok (furnitori), menyirih (mastikatori) ataupun dalam minuman. Yang termasuk bahan penyegar antara lain kopi, teh,coklat, tembakau, sirih, kola, candu, dan ganja. Pada umumnya bahan-bahan tersebut mengandung zat perangsang yang termasuk golongan alkaloid ( Muchtadi dan Sugiyono, 1992 ).
Kopi adalah spesies tanaman berbentuk pohon yang termasuk dalam famili Rubiaceae dan genus coffea. Buah kopi terdiri atas beberapa bagian yaitu lapisankulit luar (exocarp), daging buah (mesocarp), kulit tanduk ( parchment ), dan biji (endosperm) ( Rukmana, 2008 ).
Kakao merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan yang peranannya cukup penting bagi perekonomian nasional, khususnya sebagai penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan dan devisa negara. Disamping itu kakao juga berperan dalam mendorong pengembangan wilayah dan pengembangan agroindustri ( Soerjandoko, 2010 ).

1.2  Tujuan Praktikum
·         Mahasiswa dapat mengetahui sifat kelompok bahan penyegar dengan melakukan pengamatan terhadap : bentuk, ukuran, warna, aroma, rasa, berat jenis, pengamatan komposisi berat bagian-bagian bahan, kadar sari, dan nilai cacat.
·         Mahasiswa diharapkan dapat memproleh gambaran yang jelas mengenai sifat kelompok bahan penyegar, sehingga dapat menentukan kualitas bahan dan menghitung persentase bahan yang bernilai ekonomis .


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Teh adalah bahan minuman yang sangat bermanfaat, terbuat dari pucuk tanaman teh ( Camellia sinensis ) melalui proses pengolahan tertentu. Manfaat minuman teh ternyata dapat menimbulkan rasa segar, dapat memulihkan kesehatan badan dan terbukti tidak menimbulkan dampak negatif. Teh yang bermutu tinggi sangat diminati oleh konsumen. Teh semacam ini hanya dapat dibuat dari bahan baku (pucuk teh) yang benar serta penggunaan mesin–mesin peralatan pengolahan yang memadai (lengkap) ( Arifin, 1994 ).
Kakao merupakan tumbuhan tahunan berbentuk pohon yang biasanya mempunyai ketinggian hingga 10 m. Tanaman kakao dapat tumbuh dan berproduksi baik pada keadaan iklim dan keadaan tanah yang sesuai. Kakao merupakan tanaman tropis yang suka akan naungan (Shade Loving Plant) dengan potensi hasil bervariasi 50-120 buah/ pohon/ tahun. Warna kulit biji basah coklat kekuningan dengan alur pada kulit biji tegas, jumlah alur pada kulit biji rata-rata 15,4. Jumlah biji per buah 30-35. Berat biji basah tanpa pulp rata-rata 2,54 gram. Warna kotiledon biji dominan putih tetapi tardapat beberapa biji ungu muda ( Soerjandoko, 2010 ).
            Menurut Wan et. al. (2009), teh digolongkan menjadi tiga jenis berdasarkan perbedaan cara pengolahannya, khususnya tingkat fermentasi, yaitu teh hijau (tanpa fermentasi), teh oolong (fermentasi sebagian), dan teh hitam (fermentasi penuh). Daun teh digunakan terutama untuk membuat the hitam dan teh hijau. Perbedaan kedua macam the tersebut disebabkan oleh cara pengolahan yang berbeda. Mutu the sangat ditentukan oleh cara daun yang dipetik. Kuncup atau peko dan daun muda akan memberikan mutu the yang lebih baik dari pada daun tua. Daun burung adalah daun pucuk terakhir sebelum pucuk dorman. System pemetikan P+1 berarti pucuk yang dipetik dari pucuk peko dan sebuah daun sebelumnya (di bawahnya), P+2 berarti peko dan 2 daun pucuk berturut – turut sebelumnya. Teh (camellia sinenesis) merupakan jenis tanaman yang tumbuh baik didataran tinggi.Bagian yang paling banyak dimanfaatkan dari tanaman teh adalah bagian daunnya. Daun the yang baru dipetik mengandung air sekitar 75 – 82 % dan selebihnya terdiri dari bahan organic misalnya tannin, kafein, pectin, protein, pati, minyak atsiri dan vitamin.
          Kakao (Theobroma cacao L.) adalah salah satu produk pertanian yang memiliki peranan yang cukup penting dan dapat diandalkan dalam mewujudkan program pembangunan pertanian. Dalam dua dasawarsa terakhir ini, areal kakao rakyat terus mengalami per-tumbuhan, sehingga produksi kakao nasional juga terus meningkat seiring dengan mening-katnya luasan areal. Kakao merupakan komoditas penghasil devisa terbesar ketiga sub sektor perkebunan setelah kelapa sawit dan karet. Menurut data International Cocoa Organization, permintaan kakao dunia tumbuh sekitar 2-4 % per tahun  ( ICCO 2009 ).
Buah coklat biasanya mengandung 30 – 40 biji yang tertutup oleh pulp yang berlendir.pulp segar umumnya berwarna putih susu, lunak dan berlendir. Bagian pulp ini sebenarnya adalah bagian dinding buah yang melekat pada epidermis kulit biji. Biji coklat mentah yang masih segar terdiri dari bagian – bagian, berturut – turut dari luar adalah pulp, kulit biji, kulit ari, keeping biji dan lembaga (embryo). Biji coklat umumnya terutama mengandung lemak, karbohidrat, protein, dan tannin, disamping zat – zat lainnya seperti mineral, pigmen, asam dan air. Tannin dalam coklat berperan dalam proses fermentasi yang akan merubah aroma coklat yang dihasilkan, selain itu, pulp berperan sebagai sumber fermentasi coklat ( Winarno, 1993 ).
Biji coklat diperoleh dari buah tanaman coklat. Berdasarkan bentuk dari buahnya dibedakan atas jenis Kriolo(Criollo) yang bentuknya agak memanjang dan jenis Forastero yang bentuknya agak bulat. Selain dari bentuknya, jenis kriolo dan forastero dibedakan berdasarkan pada warna dimana kriolo tidak berwarna sedangkan forastero berwarna ungu muda. Pada umumnya mutu coklta forastero lebih rendah daripada coklat kriolo ( Akhadiarto, 2007 ).
Kopi adalah biji dari tanaman Coffea spp dalam bentuk bugil dan belum disangrai.Kopi merupakan sejenis berasal dari proses pengolahan dan ekstrasi biji tanaman kopi.kata kopi sendiri beasal dari bahasa arab qahwah yang berarti kekuatan ,karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi.Kata qahwah kembali mengalami perubahan menjadi kahvehdalam bahasa belanda.Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal saat ini ( Suismono, 2002 )        




BAB III
METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan
Alat                                                                 Bahan
- Timbangan Analitik                                      - Buah Kopi Segar                             
- Jangka Sorong                                              - Biji Kopi Beras
- Penggaris 30 Cm                                          - Kakao Segar
- Pisau                                                             - Teh Hitam
- Silet                                                               - Kopi Bubuk
- Penangas Air                                                - Coklat Bubuk
- Labu Didih                                                   - Aquades
- Oven
- Kertas Saring
- Gelas Piala

3.2 Prosedur Kerja
1.      Bentuk
·         Menggunakan indra penglihatan untuk melihatnbentuk bahan, serta membandingkan bentuk acuan yang tersedia.
·         Memfoto bentuk bahan utuh dari yang tersedia
·         Membandingkan bahan yang diamati dengan literatur
2.      Ukuran
·         Mengukur panjang, lebar, dan tinggi/ tebal masing-masing bahan dengan menggunakan penggaris, jangka sorong dan mikrometer sekrup.
·         Mengulanginya sebanyak tiga kali
3.      Berat
·         Menimbang berat masing-masing bahan yang telah disediakan dengan timbangan biasa dan timbangan analitik
·         Mencatat berat masing-masing bahan
4.      Berat Jenis
·         Menimbang berat masing-masing bahan yang telah disediakan dengan timbangan analitik
·         Mencatat berat masing-masing bahan
·         Isi gelas ukur sebanyak setengah dari ukuran gelas ukur. Kemudian masukkan bahan kedalam gelas ukur. Volume bahan dalah selisih antara volume air pada saat sebelum dan sesudah bahan dimasukkan
·         Berat jenis bahan dinyatakan dalam gram per mililiter bahan (BJ= berat bahan/ volume bahan)
5.      Ukuran
·         Mengukur panjang, lebar, dan tinggi/ tebal masing-masing bahan dengan menggunakan penggaris, jangka sorong dan mikrometer sekrup.
·         Mengulanginya sebanyak tiga kali
6.      Warna, aroma, rasa
·         Warna      : Melakukan pengamatan dengan indra penglihatan
·         Aroma      : melakukannya dengan indra pembau
·         Rasa         : melakukan dengan indra pengecap
·         Mencatat semua hasil pengamatan dan pencicipan yang termasuk juga adannya cacat atau penyimpanan
7.      Struktur
·         Melakukan pengirisan secara melintang dan membujur
·         Foto hasil pengirisan melintang dan membujur dan menyebutkan bagian-bagian struktur bahan.
8.      Pengamatan Komposisi Berat Bagian-bagian Bahan
·         Menimbang berat biji kakao dan kopi segar
·         Lakukan pemisahan setiap bagian-bagiannya; kakao terdiri dari: cangkang kulit, pulp dan biji; kopi terdiri dari: kulit, kulit tanduk dan biji
·         Menimbang bagian masing-masing bahan
·         Menentukan pesentase (%) masing-masing bagian
9.      Nilai Cacat Biji Kopi Beras
·         Ambil 100 gram biji kopi beras
·         Dengan menggunakan indera penglihatan, pisahkan biji kopi berdasarkan nilai cacat
·         Menghitung masing-masing nilai cacatnya



BAB V
PEMBAHASAN

Bahan penyegar adalah semua bahan nabati yang dapat merangsang pemakainya, baik digunakan untuk merokok (furnitori), menyirih (mastikatori) ataupun dalam minuman. Yang termasuk bahan penyegar antara lain kopi, teh,coklat, tembakau, sirih, kola, candu, dan ganja. Pada umumnya bahan-bahan tersebut mengandung zat perangsang yang termasuk golongan alkaloid ( Muchtadi dan Sugiyono, 1992 ).
Pada praktikum kali ini kami mengamati sifat pada kelompok bahan penyegar, bahan yang kami amati diantaranya biji kompi mentah segar, biji kopi masak, biji kakao, kopi bubuk, teh bubuk dan kako bubuk. Kami mengamati bentuk, berat, warna, aroma, rasa, nilai cacat dan kadar sari bahan-bahan tersebut.
Pengamatan yang pertama, kami mengamati dua macam biji kopi mentah segar. Pada kopi mentah segar I, berbentuk bulat lonjong, berat jenisnya 0,99. Dan ukuran panjangnya 19,5 mm, lebar 15 mm, dan tebalnya 14,5 mm. Pada komposisi berat bagiannya, berat kulit umbi 6,51 gram, dan berat bijinya 8,88 gram. Kopi mentah I berwarna hijau, aroma kopi segar, dan berasa pahit. Selanjutnya pengamatan untuk kopi mentah II, kopi mentah II berbentuk bulat pipih, berat jenisnya 0,95. Ukuran panjangnya 1,03 cm, lebar 1,3 cm, tebal 4,95 cm. Berat kulit 9,13 gram dan berat bijinya 19,69 gram. Biji kopi mentah segar II memiliki warna hijau segar, aroma khas kopi mentah dan berasa pahit.
Selanjutnya pada biji kopi masak, bentuk kopi masak ialah bulat lonjong, berat jenis biji kopi masak adalah 0,204. Berat kulit 9,20 gram, berat daging 16,5 gram dan berat bijinya 17,45 gram. Biji kopi masak berwarna merah segar, aroma khas kopi, dan berasa manis.
Pengamatan pada biji kakao, bentuk pada biji kakao adalah lonjong,  berat jenisnya 0,88. Dan berat pada kulit biji 321,21 gram, berat daging, 108, 47 gram, dan berat bijinya 20,83 gram. Biji kakao segar berwarna hijau segar, dan beraroma khas kakao serta rasa yang manis.
Selanjutnya pengamatan pada biji kopi beras, biji kopi beras memiliki berat jenis 1,23.
Warna pada biji kopi berasa adalah putih kecoklatan, dan beraroma kopi yang dikeringkan serta rasa pahit, nilai cacat pada biji kopi beras yang kami amati sebesar 39,19 gram.
            Pada kopi bubuk, warnanya hitam, beraroma kopi, dan berasa pahit, kadar sari pada kopi bubuk sebesar 72,76 %. Pada teh bubuk, warnanya coklat kehitaman, beraroma khas teh dan rasa yang pahit, mempunyai nilai kadar sari sebesar 69,89 %. Pada kakao bubuk warnanya coklat kehitaman, beraroma khas kakao dan rasanya sedikit pahit, kadar sari pada kakao bubuk sebesar 92,47 %.



BAB VI
PENUTUP

6.1 Kesimpulan
1.      Bahan penyegar memiliki sifat yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, diantaranya: kopi, kakao, dan teh
2.      Kualitas bahan penyegar dan persentase dari masing-masing bahan penyegar diperlukan untuk menentukan nilai ekonomis bahan tersebut

6.2 Saran
            Praktikan sebaiknya memperhatikan apa yang dikatakan oleh koass, agar praktikum berjalan sesuai buku penuntun.




DAFTAR PUSTAKA

Akhadiarto, 2007. Pengetahuan untuk Bahan Industri Pertania Bogor. Bogor:  IPB.
Arifin, S. 1994. Petunjuk Teknis Pengolahan Teh dan Kina. Pusat Penelitian Teh dan Kina. Gambung, Bandung.
ICCO. 2009. Annual Report 2007/2008. The International Cocoa Organization, United Kingdom.
Muchtadi, Tien R dan Sugiyono. 1992. Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan. Institut Pertanian Bogor : Bogor.
Rukmana, 2008. Komposisi dan Kualitas Biji Kopi. Jakarta
Soerjandoko, R.N.E. 2010. Teknik Pengujian Mutu Kakao Skala Laboratorium. Buletin Teknik Pertanian. Vol. 15 (2) : 44-47.
Suismono. 2002. Standardisasi mutu untuk perdagangan beras di Indonesia. Majalah Pangan 39(11): 37-47.
Wan X, Li D, Zhang Z. 2009. Green tea and black tea. Di dalam: Ho CT, Lin JK, Shahidi F. (eds.). Tea and Tea Product:Chemistry and Health-Promoting Properties. USA: CRC Press, Taylor and Francis Group, pp 1-8.
Winarno, F. G. 1993. Pangan, Gizi, Teknologi dan Konsumsi. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar