Selasa, 24 Mei 2016

Laporan PBA Daging

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Daging didefinisikan sebagai semua jaringan hewan dan semua produkhasil pengolahan jaringan-jaringan tersebut sesuai untuk dimakan serta tidak menimbulkan gangguan kesehatan bagi yang memakannya. Secara umum, daging merupakan sumber mineral kalsium, fosfor, dan zat besi, serta vitamin B kompleks (niasin, riboflavin dan tiamin), tetapi rendah kadar vitamin C. Hati yang lebih dikenal sebagai jeroan, mengandung kadar vitamin A dan zat besi yang sangat tinggi. Kandungan lemak pada daging menentukan kualitas daging karena  lemak menentukan cita rasa dan aroma daging ( Soeparno,1994 ).
Menurut Lawrie (2003), komposisi daging terdiri atas 75% air, 18% protein, 3,5%  lemak dan 3,5% zat-zat non protein yang dapat larut. Secara umum, komposisi  kimia daging terdiri atas 70% air, 20% protein, 9% lemak dan 1% abu. Jumlah ini  akan berubah bila hewan digemukkan yang akan menurunkan persentase air  dan protein serta meningkatkan persentase lemak. Protein daging lebih mudah dicerna dibandingkan dengan yang bersumber dari bahan pangan nabati.

1.2  Tujuan Praktikum
·         Mahasiswa dapat mengetahui bagian-bagian karkas, unggas dan dapat melakukan pengkelasan mutu unggas
·         Mahasiswa diharapkan dapat memperoleh gambaran jelas mengenai mutu karkas unggas, sehingga dapat mengetahui cara yang tepat dalam mempertahankan mutu / kualitas daging unggas



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Daging merupakan sumber utama untuk mendapatkan asam amino  esensial. Asam amino esensial terpenting di dalam otot segar adalah alanin,  glisin, asam glutamat, dan histidin. Daging sapi mengandung asam amino leusin, lisin, dan valin yang lebih tinggi daripada daging babi atau domba. Pemanasan  dapat mempengaruhi kandungan protein daging. Daging sapi yang dipanaskan  pada suhu 70oC akan mengalami pengurangan jumlah lisin menjadi 90 persen,  sedangkan pemanasan pada suhu 160oC akan menurunkan jumlah lisin hingga 50 persen. Pengasapan dan penggaraman juga sedikit mengurangi kadar asam  amino ( Avianthy, 1998 ).
            Daging ayam merupakan salah satu jenis daging yang memegang peranan cukup penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Tersedia di pasar-pasar tradisonal maupun super market. Secara umum kita mengenal dua jenis daging ayam yaitu ayam potong (Broiler) dan ayam kampung. Tentunya masing-masing jenis daging ayam memiliki kelebihan dan kekurangannya. Ayam kampung sebenarnya lebih disukai oleh masyarakat kita karena lemaknya kurang sehingga di NTB khususnya untuk masakan tertentu seperti ayam bakar (taliwang) cenderung menggunakannya demikian pula masakan daerah lainnya. Tetapi harganya relatif lebih tinggi dibandingkan dengan ayam potong. Ayam potong (Broiler) juga memiliki beberapa keunggulan seperti : daging relatif lebih besar, harga cukup terjangkau, dapat dikonsumsi segala lapisan masyarakat dan cukup tersedia dipasaran ( Triyanti, 2000 ).
Karkas Ayam  adalah ayam  hidup  yang  telah dipotong, dibului, dan telah dihilangkan jeroan, kepala, dan kakinya, sehingga tinggallah sepotong daging ayam utuh satu tubuh (Yudha, 2007).
Mutu daging ditentukan oleh beberapa faktor antara lain: mutu gizinya (kadar air, protein dan lemak), mutu dari segi teknologi dan mutu dari segi konsumen. Mutu daging yang baik dari segi teknologi adalah daging yang dapat diproses (sebagai bahan baku) menjadi produk olahan misalnya bakso, dendeng atau produk lain dengan mutu baik. Sementara itu, mutu yang ditentukan konsumen adalah daging yang disukai secara organoleptik yaitu : penampilan, warna, aroma, keempukan dan rasa (Sumarni, 2004 ).
Pakan juga dapat mempengaruhi warna daging, bila kandungan jagung dalam pakan tinggi, maka warna daging menjadi putih -kuningan (oranye).Hal seperti ini kurang disukai oleh konsumen pada umumnya. Kandungan gizi daging lebih ditentukan oleh faktor genetik, lingkungan, jenis kelamin, fisiologi, umur, bobot dan pakan yang diberikan ( Parker, 2003 ).
Komposisi makanan yang dikonsumsi oleh ayam berhubungan erat dengan rasa dan aroma daging ayam. Pemberian makanan dengan tepung ikan , akan menghasilkan daging dan lemak yang memiliki rasa dan aroma ikan laut. Sebaliknya, pemberian makanan dengan bahan baku jagung, akan menghasilkan daging dengan rasa dan aroma yang enak. Selain itu, jaringan ikat daging lebih rapat dan lembut ( Murtidjo, 2003 )
Karkas yaitu ayam yang telah disembelih dan dikurangi bagian-bagian tertentu. Karkas ayam dibedakan menjadi menjadi karkas kosong dan karkas isi. Karkas kosong yaitu karkas yang telah disembelih dan dikurangi darah, bulu, alat-alat tubuh bagian dalam (jeroan), kepala, dan kakinya. Biasanya paru-paru dan ginjal menjadi bagian dari karkas, kecuali ada permintaan khusus. Karkas isi yaitu karkas kosong segar, tetapi diisi dengan hati, jantung, dan ampela yang sudah dibersihkan ( Yusdja, 2007 ).
Karkas ayam diperoleh dari tubuh ayam setelah mengalami serangkaian proses pemotongan ayam. Karkas yang diperdagangkan ada beberapa macam seperti dressed yaitu bagian dalam tubuh ayam tanpa darah dan bulu serta evicerasted yaitu tubuh ayam tanpa darah, bulu, dan seluruh isi rongga perut yang disebut juga karkas kosong  ( Priyatno, 2000 ).




BAB III
METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan
Alat                                                                             Bahan
- Pisau                                                                         - Ayam ras 1 Ekor
- Talenan                                                                     - Burung Puyuh
- Tisu
- Timbangan Analitik
- Nampah
- Baskom

3.2 Prosedur Kerja
1.      Melakukan pengkelasan mutu kerkas ayam/ unggas dengan cara membandingkan karkas unggas
a.       Pemeriksaan ante morten
·         Melakukan pengamatan terhadap: keadaan bulu, mata, kepala, kulit, lehher, tulang, kaki, hidung, dan kondisi pergerakan
b.      Pemeriksaan pasca morten
·         Menimbang berat ayam hidup
·         Sebnelih ayam hibup, kemudian tiriskan sampai darahnya tidak menetes lagi. (catat waktunya)
·         Rendam ayam dengan air mendidih, lalu bersihkan bulunya kemudian timbang berat ayam
·         Bunag bagian : kepala, kaki, organ dalam ayam, sehingga dipeloleh karkas ayam, lalu timbang berat karkas
2.      Pengamatan berat karkas
·         Meletakkan karkas ayam diatas meja
·         Melakukan pengamtan terhadap : keseluruhan bentuk karkas, warna kulit, berat, penyebaran daging/lemak dan tulang pada paha, dada, sayap dan punggung
·         Membandingkan dengan literatur
3.      Komposisi fisik karkas
·         Potong karkas berdasarka sayap, kaki, paha, punggung dan dada
·         Kemudian melakukan pemisahan terhadap:
Ø  Bagian yang dapat dimakan: dging dan kulit
Ø  Bagian yang dapat dimakan: tulang dan sebagian jaringan ikat



BAB V
PEMBAHASAN

Mutu daging ditentukan oleh beberapa faktor antara lain: mutu gizinya (kadar air, protein dan lemak), mutu dari segi teknologi dan mutu dari segi konsumen. Mutu daging yang baik dari segi teknologi adalah daging yang dapat diproses (sebagai bahan baku) menjadi produk olahan misalnya bakso, dendeng atau produk lain dengan mutu baik. Sementara itu, mutu yang ditentukan konsumen adalah daging yang disukai secara organoleptik yaitu : penampilan, warna, aroma, keempukan dan rasa (Sumarni, 2004 ).
Pengamatan standar mutu ayam hidup, ayam yang kami amati dalam keadaan sehat, dan keadaan mata cerah, bulu lebat pada bagian punggung dan penampakan normal. Tulang dada melengkung 1/8 inchi, dan keadaan punggung normal. Pada perletakan daging, gemuk, dada agak panjang dan lebar, serta banyak lemak dibawah kulit, dan tidak terdapat tulang patah.
Untuk pengamatan pada karkas ayam , penampakan secara umum agak menyimpang, tulang dada agak bengkak. Punggung, kaki dan sayap normal, perletakan daging sedang, dan lemak sedang pada paha dan kaki. Berat karkas 1,8 kg, dan terdapat tulang patah pada karkas.
            Selanjutnya pengamatan standar mutu pada burung puyuh, burung puyuh dalam keadaan sehat dan mata cerah, bulu yang lebat dan penampakan normal, serta penampilan tulang dada melengkung 1/8 inchi. Keadaan kaki, punggung dan sayap normal. Perletakan daging : kurus, dada sempit. Lemak sedikit pada punggung dan dada. Serta tidak ada cacat dan tulang patah.
            Pengamatan karkas pada puyuh, penampakan secara umum normal, tulang dada sedikit melengkung, pelatakan daging gemuk, hanya terdapat sedikit lemak, hanya sedikit bulu halus dan tidak ada tulang yang patah.



BAB VI
PENUTUP

6.1 Kesimpulan
1.      Bagian karkas dari unggas adalah paha, dada, punggung dan sayap. Pengkelasan mutu karkas unggas dapat dengan menilai keadaan dari karkas tersebut, baik atau buruk
2.      Cara yang tepat untuk mempertahankan mutu karkas unggas dapat dilakukan dengan cara penanganan yang tepat, dari mulai pemotongan sampai pengolahan

6.2 Saran
Praktikan harus hati-hati dalam praktikum untuk meminimalisir kecelakaan kerja yang membahayakan, karena alat yang digunakan berupa pisau dapat melukai jika tidak hati-hati menggunakannya




DAFTAR PUSTAKA

Ardiansah, Sukma. 2011. Deskripsi & Struktur Bagian Tubuh Puyuh Jantan. (online)    http://www.bisnispuyuh.blogspot.com/deskripsi-burung-puyuh.html. diakses 3      Januari 2014. Dalimartha, S. 2006.
Avianthy, 1998, Laporan KP di Rumah Potong Ayam, Penerbit Universitas Pasundan, bandung.
Lawrie, R.A. 2003. Ilmu Daging edisi ke-5. Penterjemah Aminudin Parrakasi. Jakarta: Universitas Indonesia.
Parker, R., 2003. Introduction to Food Science. Delmar Thompson Learning, United States.
Priyatno, 2000, Mendirikan Usaha Pemotongan Ayam, Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta
Starck, M. J. & G. H. A. Rahmaan. 2003. Phenotypic flexibility of structure and function of          the digestive system of japanese quail. The Journal of Experimental Biology206    : 1887-1897
Sumarni. 2004. Diktat Penanganan Pasca Panen Unggas. Bogor: Departemen Pertanian. Balai Latihan Pertanian, ternak, Ciawi Bogor.
Triyanti. 2000. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner. Bogor: Pusat Penelitian Bogor.
Varghese, S.K. 2007. The Japanese Quail . Canada : Feather Francier Newspaper.
Wikipedia. 2014. Khasiat Minyak Kelapa Sawit dan Minyak Kelapa Murni. http://vco-id.com/khasiat-minyak-kelapa-sawit-dan-minyak-kelapa-murni-vco/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar